Go Green

Let's go green Reduce, Rejoice, Re-Use, and Recycle.

Go Green

Let's Go Green Now.

Go Green

Save our Earth.

Go Green

Save your Word.

Go Green

Use public transportation to reduce air polution.

Sabtu, 07 Januari 2012

Mobil Rajawali buatan SMK

Saat ini media tengah gencar-gencarnya mengangkat tema mobil nasional yang dipicu oleh tindakan Wali Kota Solo Joko Widodo yang memutuskan untuk menggunakan mobil lokal rakitan anak-anak SMK sebagai kendaraan dinas dan menempelkan plat merah di mobil tersebut.
Dilihat sekilas, mobil dengan panjang 5.035 milimeter, tinggi 1.608 mm, dan lebar 1.620 mm ini mirip Honda CRV jika dilihat dari depan. Sedangkan dari samping dan belakang, tampak seperti kembaran Ford Everest. Sukiyat sendiri mengaku desain mobil terinspirasi dari Toyota Land Cruiser Prado.
Bagian dalam kabin lumayan lega, khas mobil jenis SUV (sport utility vehicle). Di bagian depan, jarak antara kursi pengemudi dan penumpang di sebelah cukup longgar. Sedangkan untuk meraih panel-panel di dasbor, yang didominasi interior berwarna krem, tidak jadi masalah karena mudah dijangkau.
Soal kemampuan, mesin Esemka 1.5i, DOHC, 16 valve dengan 4 silinder segaris dan kapasitas mesin 1.500 cc, mobil ini cukup bertenaga, idealnya kapasitas mesin minimal 2.000 cc. Yang menakjubkan lagi adalah fiturnya yang cukup canggih, bahkan bisa dibilang terlalu canggih mengingat kendaraan ini dibuat oleh anak-anak sekolah setingkat SMU.
Salah satu fitur yang cukup mewah untuk ukuran mobil buatan anak smk ini adalah perangkat pengatur suhu kabin dengan fitur dual zone. Fitur ini umumnya hanya diaplikasikan pada kendaraan-kendaraan mewah kelas atas.
Fitur yang lumayan canggih lainnya adalah sensor parkir. Fitur ini juga sebelumnya hanya digunakan pada kendaraan-kendaraan mewah papan atas. Saat ini fitur tersebut mulai populer diaplikasikan pada sebagian besar kendaraan generasi terkini.
Sayangnya, ada saja anggapan miring terhadap kendaraan buatan lokal tersebut. Salah satunya dengan tidak adanya kelengkapan airbag. Mungkin mereka lupa kalau kendaraan baru buatan Jepang dengan merek ternama yang berkeliaran di jalan raya saat ini banyak juga yang tidak memilikinya.
Lalu bagaimana dengan kenyamanan? Suspensi depan yang memakai double whisbone dan bagian belakang menggunakan pegas daun axle rigid, membuat Kiat Esemka terasa nyaman dikendarai.
Untuk menambah faktor kenyamanan, Kiat Esemka sudah dilengkapi fitur power steering sehingga kemudi terasa ringan dan tetap mantap saat digunakan berbelok. Kemudian tilt steering untuk menyesuaikan ketinggian setir dengan pengemudi.
Teknologi power window juga sudah ditanamkan beserta central lock. Anda juga dimanjakan dengan audio yang dilengkapi pemutar CD. Untuk AC tidak hanya di bagian depan. Di kursi tengah sudah ada AC yang ditempatkan di atas kedua pintu.AC sudah double blower.
Dengan bodi yang bongsor, terbukti mobil tetap stabil saat berpapasan dengan kendaraan lain saat kecepatan cukup tinggi. Saat menikung pun tidak terasa membanting ke arah berlawanan. Tenaga maksimal yang bisa dihasilkan mencapai 105 horsepower (HP) pada 5.500 rpm.
Mobil dengan kapasitas 7 penumpang ini cocok digunakan keluarga. Apalagi bagasinya bisa mencapai hampir 2 meter kubik dengan dua kursi belakang dilipat.
Kapasitas mesin 1.500 cc membuat mobil ini tergolong irit konsumsi bahan bakar. Satu liter bensin bisa untuk menempuh 12 kilometer di dalam kota dan di luar kota mencapai 13,5 kilometer. Teknologi multi-point injection membuat pembakaran lebih sempurna sehingga lebih irit bahan bakar. Kapasitas tangki bensinnya sendiri 75 liter, sudah cukup untuk perjalanan jarak jauh.
Jadi, tidak mustahil jika mobil buatan Esemka nanti menggunakan airbag jika memang perangkat itu sudah menjadi perangkat standar keselamatan di negeri ini. Mereka tinggal bekerjasama dengan produsen pemasok airbag dan mendesain ulang kendaraan untuk keperluan itu.
Namun jika perangkat airbag itu dipasang, jangan protes juga kalau nanti harganya akan melonjak di atas Rp100 jutaan kemudian menimbukkan komentar-komentar yang semakin miring.

Jumat, 06 Januari 2012

7 Planet Diluar Tata Surya

Pada tahun 1990, para ilmuwan menemukan secercah harapan dengan menemukan sejumlah planet di luar tata surya (exoplanet). Planet-planet tersebut sangat beragam. Mulai dari planet api, planet berukuran raksasa, planet berbatu, planet yang tidak memiliki bintang, dan banyak lagi. Hingga kini, penemuan exoplanet mencapai 230 planet.

1. Sang Kuda Api
Planet 51 Pegasi b adalah exoplanet pertama yang ditemukan para pemburu planet pada 1990. Planet mirip Jupiter, namun bertemperatur panas ini diberi julukan Bellerphon, pahlawan mitos Yunani yang menjinakkan kuda bersayap Pegasus. Pemberian julukan tersebut berdasarkan gugus bintang Pegasus, lokasi planet itu.
















2. Epsilon Eridani b, Tetangga Terdekat Bumi
Berjarak hanya 10,5 tahun cahaya, Epsilon Eridani b adalah exoplanet terdekat dengan bumi. Planet tersebut mengorbit jauh dari bintangnya sehingga air atau kehidupan mustahil ada.














3. Planemo, Planet Tanpa Bintang
Terdapat sejumlah exoplanet yang memiliki bintang atau matahari lebih dari satu, bahkan hingga memiliki tiga matahari. Lain halnya dengan Planemo. Planet tersebut hanya “mengambang” begitu saja tanpa mengitari bintang apa pun.

4. SWEEPS-10, Si Gesit
Planet SWEEPS-10 hanya berjarak 740.000 mil dari bintangnya. Saking dekatnya, planet yang disebut ultra-short-period planets (USPPs) itu hanya membutuhkan waktu kurang dari satu hari untuk mengorbit. Satu tahun di sana sama dengan sepuluh jam di bumi.
















5. Dunia Api dan Es
Planet ini “terkunci” pada bintangnya, sama seperti bulan yang selalu menjadi satelit bumi. Jadi, satu sisi dari planet Upsilon Andromeda b selalu menghadap ke sana. Posisi ini menciptakan temperatur paling tinggi yang sejauh ini diketahui para astronom. Satu sisi planet sangat panas bagai lahar, sedangkan sisi lainnya bertemperatur sangat dingin.


















6. Cincin Raksasa
Planet yang mengorbit pada bintang Coku Tau 4 ini adalah exoplanet termuda yang berumur kurang dari satu juta tahun. Para astronom mendeteksi keberadaan planet ini dari lubang besar dari cincin planet tersebut. Lubang tersebut berukuran sepuluh kali lebih besar dari bumi.














7. Si Tua Bangka
Planet tertua yang juga disebut primeval world ini berumur kurang lebih 12,7 miliar tahun. Para ilmuwan menduga planet tersebut terbentuk delapan miliar tahun silam sebelum bumi terwujud dan hanya berselisih dua miliar tahun dari kejadian Big Bang. Penemuan ini menimbulkan wacana bahwa kehidupan mungkin terjadi lebih awal dari yang diduga selama ini.

Kamis, 05 Januari 2012

Bumi Ke 2

Gliese 581 c juga disebut HO Librae c, Wolf 562 c, dan HIP 74995 c, adalah bumi super atau planet ekstra-surya. Kemungkinan planet ini berada pada zona layak huni, dimana suhu permukaannya mengizinkan adanya air. Planet ini berjarak 20,4 tahun cahaya (193 triliun km) dari Bumi dan terletak di rasi bintang Libra. Gl 581, atau Gliese 581, merupakan bintang ke 581 dalam urutan Katalog Gliese. Katalog tersebut dibuat oleh Gliese, diterbitkan pada tahun 1969 dan diperbaharui tahun 1991 oleh Gliese dan Jahreiss.
 Keadaan fisik Gliese 581 c: Temperatur normal planet ini berkisar dari 0–40 °C (32–104 °F), Gliese 581 c mungkin adalah planet di luar tatasurya pertama yang mirip dengan Bumi. Massa planet ini sekitar lima kali Bumi, dan merupakan planet terkecil yang ditemukan di luar tata surya hingga saat ini.

(Perhitungan massa yang didasarkan pada planet lain dari sistem ini, Gliese 581 b telah diketahui. Para penemu Gliese 581 c yakin terdapat planet ketiga, Gliese 581 d, jadi Gliese 581 c akan memiliki 5,03 kali massa Bumi). Berpijak pada asumsi bahwa planet tersebut adalah planet berbatu dan bukan planet yang dingin, maka planet ini akan memiliki radius 50% lebih besar daripada Bumi, di mana gravitasi permukaannya kira-kira 2,1 kali lebih kuat daripada di Bumi. Sistem planet ini diperkirakan berusia 4,3 milyar tahun.
 Orbit Gliese 581 c: Gliese 581 c memiliki periode orbit 13 hari Bumi dan mengorbit 14 kali lebih dekat kepada bintang utamanya daripada orbit Bumi mengelilingi Matahari, sekitar 11 juta kilometer dari bintangnya, sementara Bumi berjarak 150 juta kilometer dari Matahari.
 Usia Gliese 581 c: Sistem Gliese 581 diperkirakan berusia 4.3 milyar tahun. Jika dibandingkan, tata surya diperkirakan berusia 4.57 miliar tahun.
 Iklim: Perbandingan antara Bumi dan Gliese 581 c Gliese 581 c memiliki kesetimbangan temperatur permukaan antara 0 °C dan 40 °C. Namun, temperatur permukaan tergantung pada atmosfer planet, yang masih tidak
 Penemuan Gliese 581 c: Planet ini ditemukan oleh tim Stephan Udry dari Observatorium Jenewa di Swiss menggunakan HARPS yang dipasang pada teleskop 3,6 m di European Southern Observatory, La Silla, Chili. Tim menggunakan teknik kecepatan radial. Tim ini sekarang bermaksud untuk menggunakan teleskop MOST yang dibangun di kanada untuk pengamatan nantinya terhadap Planet itu.
 Cairan air Gliese 581 c: Gliese 581 c dipercaya berada dalam zona layak huni di mana air, jenis zat yang penting bagi kehidupan, berada dalam keadaan cair.
Walaupun potensi adanya air diprediksi oleh model zona layak huni, tidak ada bukti yang menentukan telah ditemukan. Teknik seperti yang digunakan untuk mengukur HD 209458 b bisa berpotensi diterima untuk menentukan keberadaan uap air di planet luar tatasurya.
Kesulitan penjelajahan Gliese 581 c: Gliese 581 c memiliki beberapa tantangan untuk dijelajahi dan dipelajari. Planet ini tidak pernah secara langsung diamati, dan pencarian akan tanda-tanda kehidupan akan memakan waktu beberapa tahun. Namun, menurut anggota tim peneliti Xavier Delfosse: Karena temperatur dan relatif dekatnya, planet ini akan menjadi target paling penting dalam misi luar angkasa di masa depan yang untuk mencari kehidupan luar angkasa. Dalam peta harta karun angkasa luar, kita akan tergiur untuk menandai planet ini dengan tanda X.
Jika satelit dikirim dari Bumi untuk mengeksplorasi Gliese 581, akan memakan waktu 20,5 tahun untuk mencapainya dalam kecepatan cahaya
Dimitar Sasselov dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang mempelajari struktur dan formasi planet, mengatakan, “20 tahun cahaya. Kita bisa pergi ke sana.

Rabu, 04 Januari 2012

Gunung Leuser

Gunung Leuser dengan ketinggian 3.404 m adalah gunung tertinggi di Aceh, Indonesia. Gunung Leuser terletak di sebelah tenggara Aceh, dekat perbatasan dengan Sumatera Utara. Gunung Leuser terletak di dalam Taman Nasional Gunung Leuser yang mengambil nama gunung ini sebagai namanya.


Taman Nasional Gunung Leuser merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan pantai, dan hutan hujan tropika dataran rendah sampai pegunungan.
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir. Berdasarkan kerjasama Indonesia-Malaysia, juga ditetapkan sebagai “Sister Park” dengan Taman Negara National Park di Malaysia.




Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

Gurah. Melihat dan menikmati panorama alam, lembah, sumber air panas, danau, air terjun, pengamatan satwa dan tumbuhan seperti bunga raflesia, orangutan, burung, ular dan kupu-kupu.

Bohorok. Tempat kegiatan rehabilitasi orangutan dan wisata alam berupa panorama sungai, bumi perkemahan dan pengamatan burung.

Kluet. Bersampan di sungai dan danau, trekking pada hutan pantai dan wisata goa. Daerah ini merupakan habitat harimau Sumatera.

Sekundur. Berkemah, wisata goa dan pengamatan satwa.

Ketambe dan Suak Belimbing. Penelitian primata dan satwa lain yang dilengkapi rumah peneliti dan perpustakaan.

Gunung Leuser (3.404 m. dpl) dan Gn. Kemiri (3.314 m. dpl). Memanjat dan mendaki gunung.

Arung jeram di Sungai Alas. Kegiatan arung jeram dari Gurah-Muara Situlen-Gelombang selama tiga hari.